Perbaikan Dinding Retak

Ada beberapa penyebap retak rambut tersebut, dianaranya kurang sempurnanya dalam melaksanakan pekerjaan dinding tersebut. Misalnya campuran bahan untuk plester aci tidak standart, metode pelaksanaan pekerjaan finishing dinding yang salah, salahnya perhitungan kekuatan struktur yang mengakibatkan adanya pergerakan pada pondasi rumah anda, bahan finishing yang dipakai kurang memenuhi syarat. Bagi anda yang sedang melaksanakan pembangunan rumah alangkah baiknya jika anda memperhatikan betul metode pelaksanaan finishing dinding ini jika anda tidak ingin menyesal dikemudian hari. Bagi anda yang sudah terlanjur mengalami masalah retak rambut pada dinding berikut ini ada beberapa cara untuk mengatasinya, berdasarkan pengalaman dari Escoda jaya Sidoarjo • Kupaslah seluruh cat dan plamir dinding pada bagian dinding yang retak menggunakan alat sekrap. Pastikan dinding sampai dalam keadaan benar � benar bersih. • Jika ukuran retakan melebihi 2 mm, maka retakan tersebut harus diperdalam dengan tujuan agar plamir atau material penutup retakan dapat masuk kedalam cela � cela retakan tersebut. • Setelah kedua langkah diatas terselesaikan langkah berikutnya adalah menutup pori � pori dinding dengan sealer menggunakan rol atau kwas, biasanya untuk 1 liter material sealer dapat digunakan menutup pori � pori dinding seluas 10 s/d 14 m�. Dan biarkan sampai sealer tersebut benar � benar kering. • Langkah selanjutnya adalah mendempul dinding menggunakan plamir dinding. Biarkan sampai plamir tersebut mengering. Setalah kering amplaslah bekas plamiran tersebut sampai halus. • Langkah terakhir adalah pengecatan. Didalam pengecatan sendiri ada beberapa tahapan, yaitu : mensealer kembaili pada dinding yang sudah di plamir, setelah kering baru bisa masuk pada tahapan cat dasar. Barulah melaksanakan pengecatan finish setelah pekerjaan cat dasar selesai, lakukanlah 1 s/d 2 lapis pada pekerjaan cat finish ini